Sunday, December 27, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]

Apakah Anda pernah mendapati koneksi beberapa jaringan dengan Wi-Fi sejenis tidak sama? Ada gadget yang punya koneksi cepat, tapi perangkat lainnya menjadi lambat. Ternyata agar kecepatan internet semua perangkat seimbang, Anda butuh load balance.


Istilah ini memang terdengar cukup teknis. Anda yang berkecimpung dalam bidang penyedia jasa internet pasti pernah setidaknya sekali mencoba melakukannya. Kali ini agar berhasil, Anda perlu mengikuti beberapa langkah load balancing mikrotik yang ada di sini.

Sekilas tentang Load Balancing

Sebenarnya ada banyak sekali metode load balancing yang muncul. Karena banyak inilah, maka kadang Anda jadi bingung sebenarnya metode mana yang tepat digunakan. Untuk itu, Anda harus tahu dulu apa sebenarnya load balancing.

cara mengatur load balancing
cara mengatur load balancing

Load balancing adalah sebuah proses membagi beban trafik pada 2 jalur koneksi atau lebih. Tujuannya agar 2 koneksi tersebut punya trafik yang seimbang. Agar koneksi ini bisa berjalan maksimal, maka throughput harus dimaksimalkan juga.


Selain itu, waktu tanggap harus dipersingkat. Anda juga harus setting koneksi untuk menghindari overload. Terlebih jika overload ini hanya terjadi pada 1 jalur koneksi saja. Tapi koneksi lainnya masih longgar dan stabil.

Anggapan Salah tentang Load Balancing

Selama ini banyak teknisi jaringan yang beranggapan bahwa melakukan load balancing ke 1 jaringan, maka jaringan ini akan mendapatkan speed internet 2 kali lipat dari semula. Anggapan ini sepenuhnya keliru. Karena sistem kerja load balancing tidak seperti itu.


Anggaplah Anda punya koneksi dengan kecepatan 2 Mbps di 2 jalur. Jika Anda membagi dengan load balancing kecepatan tersebut, bukan berarti salah satu perangkat akan menjadi 2+2 = 4 Mbps. Tapi bisa saja 2+2=4 atau 2+2=2+2.


Sebenarnya load balancing adalah sebuah teknik penggabungan koneksi lebih dari 1 perangkat. Tujuannya agar kecepatan internet ini terdistribusi merata ke semua perangkat tersebut. Bukannya malah terpusat ke 1 perangkat saja. Load balancing ini juga menjadi standar layanan internet bagus.

Cara Load Balancing Paling Bagus

1. Metode ECMP

Metode ECMP ini banyak digunakan di kalangan teknisi jaringan. Prinsipnya adalah penggabungan 2 koneksi ISP internet menjadi 1 dan mengoptimalkannya untuk semua perangkat yang tersedia.


Pada dasarnya metode ECMP ini  menggunakan prinsip persistensi. Jika salah satu koneksi ke ISP terputus, maka gatewaynya bisa langsung diblokir. Gateway kemudian akan diarahkan ke ISP yang masih berfungsi dengan baik.


Bagaimana cara menggabungkan 2 jaringan tersebut?


  • Pertama, Anda harus memahami peta jaringan lokal yang ditangani.
  • Kemudian 2 koneksi ini akan memiliki 2 rute NAT.
  • Lakukan konfigurasi standar ke internet sampai selesai.
  • Kemudian load balancing dimulai dengan mengubah setting “Load balance ECMP”. Anda harus menambah rute default gateway.
  • Lakukan setting ada koneksi router agar sistem tidak bingung jika ada koneksi masuk. Biasanya jika ada gateway lebih dari 1, maka ketika koneksi internet masuk akan terjadi kebingungan. Koneksi ini masih mencari jalan ke arah router mana mereka akan pergi.
  • Jika kasus ini terjadi maka kemungkinan trafik yang seharusnya dikirimkan oleh WAN 1 akhirnya harus dikirimkan oleh WAN 2.
  • Agar hal tersebut tidak terjadi, maka Anda bisa menggunakan cara routing koneksi dan menggunakan interface yang sama dengan antara outcoming dengan incomingnya.
  • Lakukan setting DNS kedua ISP agar jika salah 1 down, maka ISP satunya tidak ikut down. Caranya dengan menggunakan open DNS 8.8.8.8 dari Google.

Panduan lengkap metode EMCP: Mikrotik.ID : Load Balance Metode ECMP

2. Load Balance dengan Metode PCC

Prinsip metode PCC ini adalah membagi bandwidth jaringan menjadi sama rata. Jika kondisinya sudah ideal, maka masing-masing perangkat akan memiliki kecepatan koneksi yang sama. Teknik ini banyak digunakan untuk mengatur perangkat di sekolah, perkantoran, dan juga bisnis warnet.


Langkah yang harus Anda lakukan adalah:


  • Pahami konfigurasi dasarnya di mana ada 2 buah ISP yang terhubung dalam 1 router. Kemudian jaringan ini didistribusikan ke lebih dari 1 perangkat.
  • Lakukan konfigurasi ISP pada kedua WLAN.
  • Lakukan setting IP serta DNS untuk masing-masing WLAN.
  • Pasangkan default router ke masing-masing IP gateway.
  • Gunakan fitur check gateway dengan konsep jika salah satunya terputus, maka koneksi akan langsung bisa dialihkan ke gateway lainnya.
  • Kemudian lakukan pengaturan pada Access Point. Gunakan kode perintah yang bisa membuat perangkat klien bisa terkoneksi dengan perangkat wireless Anda.
  • Ubah IP klien menjadi IP publik agar bisa terhubung ke internet. Gunakan format ether1 dan juga ether2.
  • Lakukan proses ping atau pemanggilan untuk mengecek apakah internet sudah bisa berjalan dengan baik di semua perangkat Anda.


Mengatur agar jaringan tetap stabil untuk semua perangkat memang penting. Apalagi jika Anda memiliki usaha di bidang internet. misalnya cafe Wi-Fi, coworking space, warnet, dan lain sebagainya. Melalui 2 metode load balancing di atas, Anda bisa membagi koneksi sama rata ke semua perangkat.

Next article Next Post
Previous article Previous Post