Thursday, October 22, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]

Dalam dunia elektronika ada banyak sekali alat yang dimanfaatkan untuk mendukung fungsi elektronik. Ada juga alat yang digunakan untuk mengukur barang elektronik, seperti Osiloskop. Jika Anda bukan orang elektronik pasti akan bertanya-tanya untuk apa sebenarnya alat ini.


Selain untuk analisa elektronika, keberadaan Osiloskop sangat penting sekali untuk berbagai bidang keilmuan. Osiloskop biasanya juga dimanfaatkan untuk kesehatan, saintis, permesinan, dan masih banyak lagi.

Pengertian Osiloskop

Perlu Anda ketahui Osiloskop merupakan alat untuk produk elektronik yang mampu memetakan banyak bagian. Anda akan bisa melihat bagaimana sinyal listrik dan juga frekuensi berupa gambar grafik, sehingga akan lebih mudah untuk dipahami dan dipelajari.

Fungsi osiloskop untuk mengukur tegangan
Fungsi osiloskop untuk mengukur tegangan

Di bidang service elektronik, fungsi Osiloskop akan dimanfaatkan untuk melihat bagaimana kondisi suatu produk elektronik. Sehingga Osiloskop akan mampu menampilkan bagian mana saja yang mengalami kerusakan dan perlu diperbaiki.


Biasanya hasil proyeksi akan digambarkan dalam bentuk grafik dua dimensi atau 2D. Gambarnya seperti antara sumbu X sebagai waktu dan sumbu Y sebagai tegangan. Anda bisa menemukan penggunaan Osiloskop di pusat-pusat penelitian, sains, permesinan, kesehatan, dan juga komunikasi.


Sampai sekarang ada dua jenis Osiloskop yang paling banyak digunakan, yaitu Osiloskop Analog dengan teknologi CRT dan Osiloskop Digital dengan LCD sebagai penampil dari sinyal listrik yang terbaca.

Fungsi Setiap Bagian

Osiloskop memiliki tampilan yang cukup rumit bagi Anda yang tidak terbiasa menggunakannya. Tapi bagi yang sudah ahli maka sangat mudah. Oleh sebab itu, Anda juga perlu memahami fungsi dari setiap bagian Osiloskop ini. Berikut bagian dan fungsinya:


  1. Pertama ada Volt atau div. Bagian ini memiliki fungsi untuk mengeluarkan tegangan dalam bentuk AC.
  2. Lalu ada CH 1 atau input X yang memiliki fungsi untuk memasukkan sinyal atau gelombang yang ingin Anda ukur. Dengan bagian ini Anda bisa membaca bagaimana gelobang atau sinyal yang dipancatkan dari suatu produk elektroinik.
  3. AC-CD memiliki fungsi untuk memilih tingkat besaran yang ingin Anda ukur.
  4. Ground memiliki kegunaan yang sama dengan AC-CD, yaitu memilih besaran yang ingin digunakan.
  5. Posisi Y gunanya untuk mengatur posisi garis di dalam layar. Anda bisa mengatur garis apakah ada di atas atau di bawah.
  6. Variable fungsinya untuk melakukan kalibrasi pada alat Osiloskop. Karena tidak selamanya alat ini bisa menghasilkan analisis yang akurat. Oleh sebab itu, harus dilakukan kalibrasi secara berkala agar keakuratannya terjaga.
  7. Selector bermanfaat untuk memilih Channel. Biasanya Channel ini akan sangat dibutuhkan selama proses pengukuran suatu elektronik.
  8. Layar berfungsi untuk menampilkan hasil analisa dari Osiloskop yang tergambarkan ke dalam bentuk grafik.
  9. Inten berguna untuk mengatur seberapa cerah atau redup layar dari Osiloskop yang digunakan untuk menganalisa elektronik.
  10. Rotation memiliki fungsi agar Anda bisa mengatur letak garis yang ada pada layar Osiloskop.
  11. Fokus juga berguna untuk mengatur ketajaman garis yang ditampilkan pada layar. Jika ketajaman dinaikkan maka garis akan tampak sangat jelas.
  12. Position X untuk mengatur bagaimana posisi garis atau untuk tampilan yang ada pada kanan dan kiri dari layar Osiloskop.
  13. Sweep time div bermanfaat bagi Anda untuk mengubah waktu periode atau T dan frekuensi atau F.
  14. Mode merupakan tombol yang bisa Anda gunakan untuk memilih beberapa mode yang tersedia di dalam Osiloskop.
  15. Level memiliki kegunaan untuk bisa menghentikan gerakan yang ditampilkan pada layar Osiloskop.
  16. Exi Trigger untuk sebuah trigger di luar Osiloskop.
  17. Cal 0,5 vp-p berfungsi untuk melakukan kalibrasi. Tapi bagian ini berbeda dengan Variabel. Cal 0,5 vp-p digunakan untuk kalibrasi awal sebelum Osiloskop digunakan.
  18. Ground Osiloskop merupakan bagian yang sedang terhubung dengan ground dari elektronik yang sedang diukur.
  19. CH2 input Y untuk memasukkan sinyal atau hasil analisa gelombang yang sudah diukur atau membaca Vertikal.

Cara Penggunaan

  1. Pertama Anda harus menyalakan alat Osiloskop terlebih dahulu. Untuk beberapa jenis Osiloskop membutuhkan waktu boot yang lama. Bahkan waktu boot itu bisa dikatakan sama dengan boot pada PC. Oleh karena itu tunggu sampai Osiloskop benar-benar aktif. Ketika sudah menyala, Anda akan melihat tampilan di layar dengan garis-garis di dalamnya.
  2. Tahap selanjutnya adalah sambungkan probe positif + menuju ke terminal kalibrasi. Untuk beberapa probe ada pilihan faktor perkalian seperti x10 atau x1. Pada pilihan ini pilih saja x1.
  3. Lalu perhatikan tampilan layar akan ada sebuah sinyal persegi. Atur sampai layar CRO memiliki tampilan tegangan dalam 2vpp berfrekuensi 1 kHz.
  4. Selanjutnya gantilah pada tombol trigger sesuai dengan Channel yang Anda gunakan. Jika menggunakan CH 1 maka ganti trigger ke CH 1.
  5. Coupling pindah ke AC dan sesuaikan dengan pilihan pada probe.
  6. Untuk Volt div (vertikal), ganti selector ke 1 Volt, Time div (Horizontal) ke 0,5 Volt.
  7. Terakhir atur pencahayaan sesuai dengan selera dan alat Osiloskop siap Anda gunakan.
foto full osiloscope elektronik
foto full osiloscope elektronik

Osiloskop memang memiliki fungsi yang sangat penting untuk analisa di banyak bidang. Bahkan tidak hanya terbatas di bidang elektronik aja. Kesehatan biasanya juga menggunakan Osiloskop ini. Wah, banyak sekali ternyata fungsi dari osiloskop ini!

Next article Next Post
Previous article Previous Post