Sunday, September 13, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]

 Membahas soal rangkaian listrik memang tidak akan ada habisnya. Terlebih kalau kita membahas lebih dalam lagi dan lebih detail. Setiap komponennya layak untuk dibahas karena jika semakin tahu detail komponennya, Anda jadi lebih menguasai kelistrikan.

Ilustrasi kontaktor listrik
Ilustrasi kontaktor listrik

Salah satu komponen yang perlu Anda ketahui ketika berurusan dengan rangkaian listrik adalah kontaktor. Apa itu kontaktor? Bagaimana prinsip kerjanya? Lalu apakah ada jenis-jenis kontaktor? Mari kita bahas!

Apa itu Kontaktor?

Kontaktor ini adalah komponen listrik yang biasanya dipakai untuk memutus atau menyambung aliran AC atau aliran bolak balik. Anda mungkin lebih akrab dengan sebutan relay contactor yang sering terlihat di panel kendali listrik.


Kalau Anda melihatnya di panel kendali listrik atau panel kontrol listrik, kontaktor ini sering sekali dipakai untuk saklar transfer atau juga interlock pada sebuah sistem ATS. Selain itu, Anda juga bisa mengendalikan kontaktor secara otomatis dengan sebuah alat pilot atau sensor yang sangat sensitif.

Foto kontaktor DIN
Foto kontaktor DIN


Kontaktor ini hanya akan berfungsi kalau Anda mengalirinya dengan listrik dan aliran listrik tersebut mengenai coil atau kumparan tembaga yang ada di dalamnya. Di dalam kontaktor itu sendiri akan muncul medan magnet yang membuat NO atau Normally Open tertutup dan NC atau Normally Close terbuka.

Sejarah dari Kontaktor

Kalau Anda mau menilik kontaktor dari sudut pandang sejarahnya, maka cukup panjang. Mengingat, kontaktor ini pertama kali muncul tahun 1950 dan pertama kali dikeluarkan oleh sebuah perusahaan bernama OEM HVACR.


Perusahaan itu kemudian bekerja sama dengan perusahaan lain. Untuk kemudian membuat kontaktor yang lebih murah dan juga ramah lingkungan. Menurut catatan sejarah, untuk membuat kontaktor pertama itu sangat mahal dan juga tidak ramah lingkungan bahkan terkesan berbahaya. Tapi seiring perkembangan, jadi lebih murah dan ramah lingkungan.


Dulu awal perkembangan kontaktor hanya dipasarkan di Amerika Utara. Tapi kemudian OEM HVACR ini menargetkan pasar baru sampai ke Asia dengan standar ICE. Dari sanalah kemudian kita bisa menggunakan kontaktor dalam instalasi listrik kita sampai sekarang.

Prinsip Kerja dari Kontaktor

Seperti semua komponen listrik, kontaktor ini juga memiliki prinsip kerja yang harus Anda pahami. Sebenarnya prinsip kerja dari kontaktor ini sama persis dengan relay. Di dalam kontaktor itu sendiri ada saklar yang dikontrol secara elektromagnetik.


Di dalam kontaktor juga ada saklar NO dan juga NC ditambah sebuah kumparan tembaga. Kalau coil atau kumparan tembaga itu diberi aliran listrik AC, selanjutnya saklar akan terhubung dan kemudian otomatis mengubah kondisinya.


Maksudnya, jika kondisi awal itu off, maka ia akan berubah menjadi on. Begitu juga ketika kondisinya ada di on, maka akan berubah menjadi off. Di dalam proses itu kontaktor membutuhkan waktu 4-9 milisecond untuk jadi ON dan 12-22 milisecond untuk off.

Jenis-jenis Kontaktor yang Perlu Anda Tahu

Sementara kalau Anda mau tahu soal jenis kontaktor, ada dua yang dipakai di dunia, yaitu:

1.      1 Phase

Pertama adalah jenis 1 phase yang dipakai untuk mengendalikan arus AC 1 phase. Di dalam kontaktor 1 phase ini juga ada 2 saklar utama.

2.      3 Phase

ilustrasi kontaktor din 3 fasa
ilustrasi kontaktor din 3 fasa

Kemudian ada kontaktor berjenis 3 phase di mana kontaktor ini bisa dipakai untuk mengendalikan arus bolak balik atau AC 3 phase. Kemudian di dalam kontaktor ini juga memiliki 3 saklar utama.

Cara Memilih Kontaktor yang Tepat

Setelah mengetahui jenis dan prinsip kerja serta sejarah dari kontaktor, Anda juga perlu tahu bagaimana cara memilih kontaktor yang tepat. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

1.      Tegangan

Pertama silakan pilih kontaktor berdasarkan tegangan di dalam rangkaian elektronik itu. Anda bisa mengetahui kebutuhan tegangan dengan memeriksa coil dan menyesuaikan tegangannya. Biasanya kontaktor memiliki tegangan 220 VAC, 24 DC, dan 110 VAC.

2.      Ampere

Selanjutnya sesuaikan dengan kebutuhan ampere di motor yang akan dipakai. Jika ingin mengetahuinya silahkan lihat ukuran ampere di nameplate motor. Lalu pilih kontaktor dengan daya ampere yang sedikit lebih besar, jangan yang sama jumlah amperenya.

3.      Kebutuhan

Anda tentu harus melihat kebutuhan dari rangkaian listrik tersebut. Kalau rangkaiannya membutuhkan kontaktor dengan kemampuan besar, maka pilih yang besar. Kalau kecil, jangan pilih yang besar, nanti tidak bekerja efisien atau malah tidak mampu bekerja dengan baik.

4.      Kualitas

Terakhir melihat kualitas dari kontaktor tersebut. Hal ini jadi penting apalagi kontaktor menjadi salah satu bagian paling penting di dalam sebuah rangkaian listrik. Anda harus memilih kontaktor yang bagus dan keluaran produsen yang sudah berpengalaman.


Kontaktor ini pada akhirnya memang mampu dipakai untuk memutus atau menyambung sebuah aliran arus listrik di dalam rangkaian elektronik. Karena ia bertugas memutus dan menyambung, maka Anda harus memilih kontaktor yang paling tepat. Secara tidak langsung kontaktor adalah pengaman terakhir. Jadi pilih yang paling sesuai dengan tegangan, sesuai dengan ampere, dan kebutuhan.

Next article Next Post
Previous article Previous Post