Sunday, September 13, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]

Bagi anak IPA mungkin semasa SMA sudah cukup akrab dengan hukum Kirchoff. Memang, hukum Kirchoff ini erat hubungannya dengan ilmu elektronika. Hukum Kirchoff sendiri berfungsi untuk melakukan penghitungan pada sebuah tegangan dan arus listrik yang ada di sebuah rangkaian.

ilustrasi sirkuit lstrik hk kirchoff 1 dan 2
ilustrasi sirkuit lstrik hk kirchoff 1 dan 2

Di dalam teorinya, Hukum Kirchoff dibagi menjadi dua. Sementara kalau dalam sudut pandang sejarah, hukum Kirchoff sendiri pertama kali muncul tahun 1824 dan diperkenalkan antara tahun 1824 sampai 1887. Orang yang pertama kali memperkenalkannya adalah Gustav Robert Kirchhoff.

Mengerti Hukum Kirchoff Secara Umum

Sebelum membahas satu persatu tentang hukum Kirchoff 1 dan 2, sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu hukum Kirchoff secara keseluruhan. Jadi, setelah dikenalkan pada tahun 1824, hukum Kirchoff masih dipakai sampai sekarang.


Hukum ini juga disebut dengan dua persamaan yang saling bertautan dengan beda potensial dan beda arus. Atau juga lebih dikenal dengan sebuah tegangan yang ada di dalam sebuah rangkaian listrik, entah itu besar atau kecil.


Kalau dalam penerapannya sendiri, ada banyak alat yang menggunakan hukum Kirchoff ini. Tapi sebelum kita membahas di manakah hukum ini digunakan, ada baiknya kita memahami masing-masing dari hukum Kirchoff ini.

Memahami Hukum Kirchoff 1

Seperti yang sudah disebutkan di atas, hukum Kirchoff ini dibagi menjadi dua. Hukum Kirchoff yang pertama adalah Hukum Kirchoff 1. Pengertian dari hukum ini sendiri merupakan sebuah teori yang bertautan dengan arah arus listrik ketika menghadapi titik percabangan.

Hukum satu Kirchoff
Hukum satu Kirchoff

Teori dasar dari hukum ini sering juga disebut dengan kirchoff current law (KCL) atau juga hukum arus kirchoff. Bunyi hukum Kirchoff seperti ini:

“Arus Total yang masuk melalui suatu titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan arus total yang keluar dari titik tersebut.”

Penjelasannya sendiri tentang bunyi dari hukum Kirchoff 1 adalah jumlah dari total arus listrik yang berhasil masuk ke percabangan rangkaian listrik, memiliki ukuran yang sama dengan jumlah total arus yang nantinya akan keluar.


Hukum Kirchoff 1 ini adalah sebuah teori sederhana yang bisa membuat Anda menghitung jumlah kuat arus yang ada di dalam sebuah rangkaian listrik. Entah itu di dalam sebuah rangkaian paralel atau pun di dalam sebuah rangkaian seri.

Memahami Hukum Kirchoff 2

Sementara pada hukum Kirchoff 2 berbeda lagi. Di dalam hukum Kirchoff 2 ini lebih menekankan pada loop rule atau kaidah loop yang semuanya didasarkan pada teori kekekalan energi. Hukum Kirchoff 2 ini sering dipakai untuk menghitung tekanan beda potensial.

Hukum kedua Kirchoff loop
Hukum kedua Kirchoff loop

Sebutan lain dari Hukum Kirchoff 2 adalah hukum tegangan Kirchoff atau juga bisa disebut sebagai Kirchoff Voltage Law atau KVL. Tekanan beda potensial yang dihitung biasanya ada pada komponen di dalam sebuah rangkaian tertutup.

Sementara bunyi dari hukum Kirchoff 2 adalah:

“Total Tegangan (beda potensial) pada suatu rangkaian tertutup adalah nol.”

Bunyi Hukum Kirchoff 2 ini memiliki penjelasan bahwa jumlah aljabar gaya gerak listrik di dalam sebuah rangkaian yang tertutup itu sama dengan nol. Begitu juga dengan yang terjadi pada penurunan tegangan listrik di dalam rangkaian tersebut.


Maksudnya, ketika hukum penurunan tegangan itu sama dengan nol, maka tidak ada energi listrik yang hilang di dalam rangkaian itu. Artinya, semua energi listrik berhasil diserap dan juga berhasil dipakai secara maksimal di dalam rangkaian itu.

Penerapannya Dalam Kehidupan Sehari-hari

Melihat secara kasat mata penerapan hukum Kirchoff ini cukup sulit. Pasalnya, ia tidak berbentuk komponen, tapi merupakan sebuah rumus untuk menjalankan rangkaian listrik. Salah satu komponen listrik yang terasa menggunakan hukum Kirchoff adalah rangkaian paralel dan juga rangkaian seri.


Kalau lampu disusun dengan menggunakan rangkaian seri maka lampu yang paling dekat dengan sumber listrik akan menyala lebih terang. Sementara lampu yang jauh dari sumber listrik akan menyala redup.


Kalau disusun dengan rangkaian paralel, maka semua lampu akan punya intensitas keterangan yang kurang lebih sama, meskipun jarak dengan sumber listrik berbeda-beda. Salah satu contoh yang paling nyata adalah ketika di dalam rumah.


Coba perhatikan nyala lampu rumah Anda. Ketika semua lampu mati dan hanya satu lampu yang menyala, maka tegangan dan juga arus di dalam rangkaian tersebut terfokus pada satu lampu saja. Hal itu membuktikan hukum Kirchoff 1 dan 2 berjalan.


Hukum Kirchoff 1 dan dua sedang melakukan perhitungan nilai tegangan dan arus yang optimal, sehingga lampu di rumah Anda bisa menyala dengan terang dan juga maksimal. Hal yang sama juga terjadi pada setiap rangkaian listrik entah itu dalam bentuk lampu atau perangkat listrik yang lainnya.


Sekali lagi, melihat penggunaan hukum Kirchoff 1 dan 2 tidak bisa secara langsung. Anda harus memahami hitungannya terlebih dahulu. Di mana hitungannya ini bisa jadi sangat rumit atau mungkin tidak begitu rumit jika Anda sudah memahaminya.

Next article Next Post
Previous article Previous Post