Thursday, September 17, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]

Bicara soal speaker, apakah Anda tahu kalau di pasaran itu ada dua jenis speaker. Jadi kalau Anda mau beli, harus tahu jenis speaker apa yang ingin dibeli. Apakah speaker aktif atau speaker pasif. Bukannya keduanya sama? Ya, jelas beda dong! Dari namanya saja sudah beda.

speaker aktif dan pasif
Speaker aktif dan pasif

Setiap jenis speaker ini memiliki kegunaannya sendiri-sendiri dan juga punya kelebihan serta kekurangannya sendiri. Di halaman ini kita akan bahas pengertian speaker aktif dan pasif, lalu perbedaan serta kekurangan dan kelebihannya.

Apa itu Speaker Aktif?

Pertama yang perlu Anda garis bawahi adalah speaker aktif berbeda speaker pasif (yaiya lah!). Selanjutnya, speaker aktif ini merupakan sebuah pengeras suara dengan amplifier yang sudah built-in. Jadi, ketika Anda menggunakan speaker aktif, bisa langsung melakukan pengaturan.


Seperti misalnya mengatur keras dan rendahnya suara dan pengaturan lainnya. Sebagian besar speaker yang Anda gunakan di rumah, entah itu untuk mendengarkan musik di laptop atau untuk menonton film di komputer bisa disebut sebagai speaker aktif.


Speaker ini mampu dihubungkan langsung ke bagian mixing atau sumber sinyal tanpa memakai penguat eksternal. Bahkan beberapa jenis speaker aktif yang memang dirancang untuk pemakaian sistem penguatan suara punya konsol onboard mixing dan juga preamplifier mikrofon.


Kata aktif di dalam speaker aktif ini mengacu pada sistem crossover. Komponen crossover yang ada di dalam speaker ini mampu membagi pita frekuensi sinyal audio ke bagian-bagian yang lebih kecil, entah itu lebih rendah, tinggi, atau mid range.

Mengenal Speaker Pasif

Sementara speaker pasif secara sederhana artinya sebuah perangkat pengeras suara yang tidak memiliki penguat suara atau amplifier. Sehingga ketika menggunakan speaker pasif, Anda harus memasang amplifier tambahan agar ia bisa bekerja.

speaker passive membutuhkan dukungan ampli
Speaker passive membutuhkan dukungan ampli

Untuk mengeraskan suara pada speaker pasif level sinyal harus dinaikkan dulu. Sebagian besar speaker yang ada di pasaran, terutama yang bentuknya besar atau yang biasa dipakai konser adalah speaker pasif di mana pengoperasiannya membutuhkan amplifier.

Beda Speaker Aktif dan Pasif

1. Kebutuhan Ampli

Hal pertama yang membedakan speaker aktif dan speaker pasif adalah kebutuhannya akan ampli. Seperti yang sudah disebutkan di atas, speaker pasif tidak punya ampli di dalam sistemnya, sementara speaker aktif memiliki ampli.


Karena itu speaker pasif baru bisa digunakan ketika Anda memasangkan ampli. Untuk pengoperasiannya sendiri perangkat elektronik, seperti handphone atau laptop harus dicolokkan ke ampli.


Sementara speaker aktif sudah memiliki ampli di dalamnya. Anda bisa mengatur keras kecilnya suara langsung di speaker tersebut. Untuk mencolokkan handphone atau laptop juga bisa langsung ke speaker.

2. Penggunaan Sehari-Hari

Speaker pasif jarang digunakan sehari-hari. Biasanya speaker pasif ini lebih sering dipakai pada acara-acara besar tertentu, seperti pada acara konser atau ketika membutuhkan jangkauan suara yang lebih luas.


Sementara pada speaker aktif bisa digunakan di kehidupan sehari-hari atau pada kegiatan yang skalanya lebih kecil. Misalnya mendengarkan lagu di rumah, atau menggunakannya hanya untuk satu acara kecil tertentu.

3. Simplicity

Tingkat keribetan dari speaker pasif jelas jauh lebih tinggi dari pada speaker aktif. Kalau di speaker pasif Anda membutuhkan amplifier dan perangkat sound lain yang cukup rumit kalau belum mengerti betul.


Sementara pada speaker aktif, Anda tidak membutuhkan perangkat tambahan. Anda tinggal mencolokkan alat elektronik yang dipakai sebagai pemutar audio saja. Bahkan kalau memakai speaker aktif dengan teknologi bluetooth, Anda tinggal menyambungkan bluetoothnya saja.

Kapan Harus Menggunakan Speaker Aktif dan Pasif

Kalau Anda bertanya kapan harus menggunakan speaker aktif dan pasif, tentu semua kembali pada kebutuhan Anda sendiri. Kalau hanya untuk di rumah, dengan pemutar audio berbentuk laptop atau handphone, maka Anda tidak perlu menggunakan speaker pasif.


Kalau ingin memakai speaker pasif untuk pemakaian di rumah, akan sangat merepotkan, kecuali Anda memiliki home theater. Di mana kebanyakan home theater menggunakan speaker pasif dan amplifiernya sudah ada di dalam rangkaian perangkat home theater tersebut.

contoh produk speaker aktif pasif
Contoh pilihan produk speaker aktif pasif

Tapi, kalau Anda harus menyelenggarakan sebuah acara besar, seperti misalnya konser atau acara industri yang lain dengan skala ruang yang lebih luas, maka sangat disarankan untuk menggunakan speaker pasif dengan perangkat pendukung lainnya.


Dengan menggunakan speaker pasif di acara semacam itu, maka suara akan jauh lebih terdengar dan bisa mencakup ruangan sebesar apapun. Jika Anda perhatikan baik-baik, pada setiap konser pasti selalu menggunakan speaker pasif dan mereka punya seperangkat pengaturan audio sendiri untuk speaker itu.


Mengetahui perbedaan speaker aktif dan pasif bisa menjadi sangat penting untuk Anda yang sedang ingin berbelanja kebutuhan sound. Kalau Anda berbelanja kebutuhan sound di rumah, maka Anda bisa membeli speaker aktif yang harganya terkadang jauh lebih murah dari speaker pasif.


Sementara kalau Anda ingin membuat sebuah acara besar, seperti konser dan acara besar lainnya, maka Anda harus membeli speaker pasif. Tapi dari pada membeli, lebih baik menyewa saja, kecuali jika Anda memang ingin membuat persewaan sound untuk acara-acara besar seperti itu.

Next article Next Post
Previous article Previous Post